Saat ini kendaraan bermotor listrik menjadi solusi alternatif yang didorong untuk mendukung energi bersih dan ramah lingkungan. Grand strategy energi yang disusun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusung program penggunaan KBLBB dengan target penurunan impor bahan bakar minyak setara 77 barel oil per day (bopd). Target tersebut dapat dicapai apabila jumlah penggunaan kendaraan listrik pada tahun 2030 mencapai 2 juta unit kendaraan roda empat dan 13 juta unit kendaraan roda dua. Hal tersebut dapat menghemat devisa negara hingga 1,8 miliar USD serta mampu menurunkan emisi karbon sebesar 1,1 juta ton sampai dengan tahun 2030.

Pemerintah mengakselerasi percepatan konversi kendaraan bermotor bakar menjadi  Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2022 terkait penggunaan KBLBB sebagai kendaraan dinas operasional di lingkungan pemerintahan.

“Penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pemerintah diharapkan dapat memberikan contoh dan sinyal positif kepada masyarakat sehingga akhirnya masyarakat percaya kalau kendaraan listrik betul-betul worth untuk dibeli,” tutur Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi, Montty Girianna pada program langsung Economic Challenges di Metro TV, Selasa (20/09). (Link: Economic Challenges – Siap Ganti Kendaraan Listrik? – YouTube)

Melalui Inpres yang telah diterbitkan, Presiden Jokowi menginstruksikan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tupoksi dan kewenangan masing-masing K/L yang meliputi penyusunan dan penetapan regulasi, alokasi anggaran, dan meningkatkan penggunaan KBLBB sebagai kendaraan dinas operasional pemerintah.

Program konversi ini merupakan langkah awal yang diambil Pemerintah dalam menempuh jalan panjang peralihan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Indonesia. Kedepannya, dalam mengakomodir keberlangsungan KBLBB di Indonesia diperlukan upaya bersama untuk memajukan industri dalam negeri yang bergerak dari hulu hingga hilir.

“Hal ini kita katakan sebagai collective action, tidak hanya pemerintah yang harus involved, industri harus involved, produsen dan customer juga harus involved. Sinergi ini yang ingin dicapai.”

Sejauh ini dalam menunjang kemajuan industri dalam negeri, pemerintah memberikan sejumlah insentif bagi produsen maupun konsumen. Selain itu, dalam mendukung kesiapan penggunaan KBLBB di Indonesia, PT PLN (Persero) telah menyiapkan 150 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada sejumlah titik di Indonesia dan terdapat 145 SPKLU milik perusahaan swasta lainnya.

Published On: September 27th, 2022 / Categories: Berita /